GoldenLovers, Bagi yang sedang diet keto atau diet rendah karbohidrat lain, kembang kol bisa jadi pilihan yang sehat untuk makanan sehari-hari pengganti nasi putih.

"Kembang kol sangat bagus untuk keto karena ini adalah pengganti karbohidrat yang baik. Anda dapat membuat nasi kol, pizza kembang kol, dan banyak lagi," kata ahli diet Samantha Rigoli.

Anda dapat mengonsumsi kembang kol dengan cara direbus, ditumis, atau menjadi tambahan sup dan salad. Kembang kol juga bisa diolah tepung untuk membuat pizza, menumbuknya agar menyerupai kentang tumbuk, atau diubah menjadi nasi (cauliflower rice),

Ya, Anda bisa membuat kembang kol seperti nasi lalu menyantapnya sebagaimana Anda biasa makan nasi putih. Ini menjadi alternatif yang tepat bagi Anda yang sulit melepaskan nasi putih dalam makanan sehari-hari.

Untuk menu yang lebih sehat, sebaiknya menghindari lauk yang digoreng atau tinggi gula. Anda bisa makan nasi kembang kol dengan sayuran, ikan, makanan hasil laut, atau daging. Anda juga bisa memasak nasi kembang kol seperti risotto, sushi, calzone, quiche, nasi goreng, puding, dan salad.

BACA JUGA:

Menurut ahli gizi dan ahli diet, Heather Mangieri, meski berwarna putih, kembang kol adalah sayuran yang sangat serbaguna dan kaya vitamin, di antaranya vitamin C, vitamin K, folat, serta mengandung phytochemical dan antioksidan, dua senyawa alami yang berperan dalam mencegah penyakit kronis.

Vitamin C dan K dalam kembang kol dapat menetralkan radikal bebas sebelum menyebabkan kerusakan sel-sel sehat dan berkontribusi terhadap penyakit, seperti penyakit jantung dan kanker. Kedua vitamin juga dapat membantu mencegah kondisi seperti kanker, penyakit jantung dan radang sendi.

Kembang kol juga kaya akan senyawa nabati, seperti sulforaphane dan indoles, yang menurut para ilmuwan dapat mengurangi risiko mengembangkan beberapa jenis kanker.

Menurut National Cancer Institute, studi yang dilakukan pada hewan telah menunjukkan efek yang menjanjikan dalam mencegah kanker, tetapi penelitian pada manusia yang mengonsumsi sayuran cruciferous (keluarga sayuran termasuk brokoli dan kembang kol) dalam jumlah lebih banyak menunjukkan hasil yang beragam dari efek pencegahan kankernya.

Penelitian menunjukkan bahwa glukosinolat yang ditemukan dalam sayur dapat membantu mengurangi risiko kanker tertentu, yaitu kanker prostat.

Ketika glukosinolat dalam sayuran cruciferous hancur, melalui cincangan atau dikunyah, mereka menghasilkan senyawa yang dapat mendorong penghapusan karsinogen (zat yang dapat menimbulkan kanker dalam jaringan hidup) dari tubuh.

Selain itu, kembang kol juga baik bagi kesehatan jantung. Mengonsumsi kembang kol dalam jumlah yang lebih banyak telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan makan asupan yang lebih rendah.

Kembang kol juga tinggi serat yang baik untuk kesehatan pencernaan karena dapat membantu mencegah sembelit. Satu cangkir kembang kol yang dimasak mengandung sekitar 10 persen dari jumlah serat harian yang direkomendasikan.

Jika ingin mencoba nasi kembang kol, sebenarnya Anda bisa mencari di toko serba ada atau di situs e-dagang yang menjual bahan makanan sehat. Namun, cara yang lebih mudah adalah membuatnya sendiri.

Cara membuat nasi kembang kol cukup mudah. Siapkan kembang kol sesuai kebutuhan, potong menjadi beberapa bagian lalu parut menggunakan parutan biasa atau lebih praktis lagi memasukkan kembang kol ke dalam alat pengolah makanan (food processor) hingga kembang kol berubah menjadi butiran kecil seperti beras.

Setelah menjadi butiran, Anda bisa mematangkan nasi kembang kol dengan cara dipanaskan di microwave dalam mangkuk tahan panas, ditutup dengan plastik penutup kemasan, lalu masak hingga tiga menit.

Cara lain adalah menumis butiran kembang kol dengan sedikit minyak zaitun, selama 5 menit. Setelah matang, proses memasak bisa dilanjutkan sesuai selera.