GoldenLovers, Instagram adalah media sosial yang memudahkan penggunanya untuk berbagi foto dan video. Unggahan tersebut pun bisa diatur untuk dilihat oleh semua orang atau hanya teman-teman pilihan. Adanya fitur untuk mengikuti (follow) membuat seorang pengguna dapat secara rutin melihat unggahan teranyar dari orang lain yang diikuti, baik itu teman, saudara, atau selebritas.

Melihat berbagai foto di Instagram memang menarik, misalnya, gambar dari selebritas yang memperlihatkan situasi balik layar atau kegiatan personalnya dalam keseharian dan foto saudara atau teman saat beraktivitas atau liburan.

Sekilas, mengamati orang-orang di Instagram tampak menyenangkan, tetapi Anda perlu waspada karena kebiasaan ini bisa menyebabkan instagramxiety.

Instagramxiety adalah kondisi mental yang menyebabkan perasaan resah, cemburu, tidak percaya diri, dan stres karena kebanyakan menghabiskan waktu melihat foto-foto di Instagram.

Salah satu cara mudah untuk mengatasi instagramxiety adalah menyortir akun yang Anda ikuti.

Anda bisa berhenti mengikuti orang-orang yang unggahannya membuat Anda gelisah, marah, iri, atau bahkan sedih. Sebaliknya, ikutilah orang-orang yang lebih membuat Anda positif dan gembira setiap kali melihat foto atau video yang dibagikan.

"Terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain dapat menimbulkan kecemasan Sebelum adanya Instagram, kita melihat hanya orang-orang di sekeliling kita saja. Sekarang, kita dapat melihat ke kehidupan ratusan orang lain lewat media sosial seperti Instagram," kata Cal Strode, juru bicara Mental Health Foundation.

BACA JUGA:

Cal mengatakan bahwa membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan bisa membuat diri sendiri tidak berarti dan tidak layak, padahal penerimaan diri adalah hal penting untuk kesehatan mental yang baik.

Cara lain untuk berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah dengan mengingatkan diri bahwa sisi luar orang lain tidak dapat dibandingkan dengan bagian dalam Anda.

Anda tak bisa menilai realitas kehidupan orang lain hanya dari luar. Bisa jadi, di luar Instagram, orang yang membuat Anda iri malah mengalami hari-hari yang lebih buruk.

Jagalah rasa bersyukur dalam pikiran dan hati agar tidak rentan terhadap perbandingan dan rasa iri. Jika menemukan pemicu yang membuat Anda menjadi negatif, maka kembali ingatkan diri sendiri mengenai berbagai hal baik yang terjadi di hidup Anda.

Dampak Instagram pada kesehatan mental

Tanpa disadari, kegiatan melihat unggahan di Instagram dapat membuat Anda merasa khawatir. Kemudian, Anda mulai bertanya-tanya, mengapa orang lain tampaknya menjalani kehidupan terbaik mereka dan orang-orang itu selalu terlihat lebih bahagia daripada Anda.

"Hanya satu gambar, satu unggahan, bisa membuat wajahku tidak tersenyum dan mengerutkan kening," kata Jenny Stallard menulis untuk The Telegraph. Ia mengakui bahwa Instagram memengaruhi suasana hatinya setiap hari.

Instagramxiety atau kecemasan Instagram adalah hal yang nyata dan dapat membuat orang merasa kewalahan, stres, cemburu, sampai akhirnya penuh kebencian pada diri sendiri. Tahun lalu, Instagram bahkan dinobatkan sebagai situs media sosial paling berbahaya bagi kesehatan mental anak muda.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of New South Wales pada 350 wanita Australia dan Amerika usia 18-25, menyimpulkan bahwa semakin banyak peserta yang membandingkan diri mereka dengan selebriti seperti Kendall Jenner atau Karlie Kloss.

Peserta penelitian merasa tidak bahagia tentang tubuh mereka sendiri dan para ahli memperingatkan itu bisa menyebabkan lebih banyak gangguan makan.

Pihak Instagram pun sangat menyadari hal ini dengan mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan tim kesejahteraan baru.

"Membuat komunitas tempat yang lebih aman, tempat di mana orang merasa baik, merupakan prioritas besar untuk Instagram," kata Eva Chen, Director of Fashion Instagram Partnersip.

Gagasan ini terealisasi berdasarkan hasil survei terhadap hampir 1.500 remaja dan dewasa muda oleh Royal Society for Public Health yang menempatkan Instagram sebagai media sosial terburuk untuk kesehatan mental dan kesejahteraan yang berhubungan dengan tingkat kecemasan, depresi, perisakan, dan FOMO (fear of missing out) yang tinggi.

Loading...
loading...
loading...