GoldenLovers, Jangan main-main soal uang pada pasangan, terutama Anda yang telah menikah dan berkeluarga. Pasalnya, berbohong atau mencoba berkelit soal kondisi keuangan pada pasangan bisa berujung perceraian.

Sebuah survei yang dilakukan oleh situs CreditCards.com, mengungkapkan, 31 persen partisipan menganggap bahwa menyimpan kartu kredit dan jumlah saldo tabungan dari pasangan dianggap sebagai perilaku paling buruk ketimbang ketahuan selingkuh.

"Susah menjalani kehidupan sebagai tim apabila Anda tidak terus terang soal keuangan," jelas Sam Schultz, pendiri aplikasi membuat anggaran untuk pasangan, Honeyfi.

Survei menunjukkan, hanya 77 persen partisipan yang mengaku bahwa mereka percaya sepenuhnya pada pasangan soal urusan keuangan.

"Cinta itu buta," jelas Jamie Segal Davis, seorang pengacara keluarga dari firma Laing and Weicholz di Boca Raton, Florida, Amerika Serikat.

Davis menambahkan bahwa kebanyakan suami atau istri memiliki "simpanan" uang yang tidak diberitahukan pada pasangan masing-masing. Hal tersebut tentunya merupakan "bom waktu" yang akan menjadi pemicu masalah yang lebih besar dalam hubungan rumah tangga.

"Jika Anda ingin membuka tabungan pribadi tanpa diketahui pasangan, pastikan Anda memiliki alasan yang konkret mengenai pilihan itu. Lakukan juga eksplorasi pertimbangan sebelum melakukannya," imbuh Davis.

BACA JUGA:

Menyembunyikan soal informasi keuangan, menurut dia, dinilai sebagai perilaku tidak setia secara emosional. Survei juga mengungkapkan bahwa perilaku dan sikap terhadap kondisi keuangan tergantung dari usia masing-masing pasangan.

Menurut survei, perputaran keuangan tidak menjadi prioritas untuk generasi milenial. Sebaliknya, generasi sebelum milenial yang memilih menikah di usia matang, memiliki pendapatan ganda--penghasilan suami dan penghasilan istri--lebih memilih tabungan bersama dibandingkan terpisah.

Survei tersebut memperlihatkan bahwa partisipan yang berusia 35 sampai dengan 54 tahun (23 persen) memiliki simpanan uang atau utang yang tidak diketahui pasangan. Namun, pasangan berusia 55 tahun ke atas (15 persen) tidak memiliki tabungan atau kartu kredit yang tidak diketahui pasangan.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Bank of America, kebanyakan pasangan suami istri dari generasi milenial memiliki tabungan dan utang yang terpisah. Namun, masing-masing pasangan mengetahui mengenai keberadaan simpanan uang dan utang tersebut.

Sebanyak 28 persen pasangan suami istri usia milenial memilih menyimpan tabungan secara terpisah. Sementara itu, pasangan dari generasi X yang memililh cara serupa hanya 11 persen.

Akun tabungan yang terpisah sebenarnya tidak menjadi permasalahan selama masing-masing pasangan menerima dan mengetahuinya.

"Komunikasi yang terbuka mengenai keuangan merupakan indikator paling sehat dalam sebuah pernikahan," jelas Jonathan Walker dari The Center for the New Middle Class, yang mempelajari perilaku konsumen mengenai keputusan keuangan keluarga.

"Kami (tim peneliti) menemukan lebih banyak pasangan yang berargumen soal uang ketimbang masalah lain. Lucunya, pasangan yang tidak mempermasalahkan hal lain, biasanya tidak pernah bertengkar soal uang," imbuhnya.

Berdasarkan laporan dari survei dari Smart About Money, 42 persen pasangan suami istri mengaku pernah melakukan kecurangan soal uang dalam pernikahan. Bentuk sikap curang soal keuangan terhadap pasangan adalah tidak jujur soal gaji bulanan, penghasilan tahunan, dan pemasukan lainnya. Kondisi tidak jujur ini biasanya terjadi selama bertahun-tahun sampai pada akhirnya pasangan mengetahuinya dan akhirnya memicu pertengkaran.

"Penting untuk diingat bahwa uang adalah pemicu stres nomor satu untuk kebanyakan orang dan hubungan," jelas Ted Beck, President, National Endowment for Financial Education, kepada Fox News.

fShare
0