GoldenLovers, Persaingan dalam meraih status sosial dalam masyarakat tanpa disadari seringkali menimbulkan pikiran dan perilaku yang 'lebih' dari apa yang ada dalam diri Anda. Saat Anda menemukan seorang teman menemukan pujaan hatinya, Anda terdorong untuk berusaha menjadi seperti dia dengan harapan Anda juga akan segera menyusul.

Seringkalai masyarakat di sekitar Anda mengharapkan kesempurnaan dari setiap orang sehingga Anda menentukan target yang tinggi dalam banyak hal yang melampaui kemampuan Anda. Alih-alih berhasil dalam hidup, semua usaha untuk menjadi seperti orang lain dan mengungguli dirinya melebihi kemampuannya akan menimbulkan banyak masalah, baik mental, emosi dan kesehatan. Jadi, mengapa penting Anda menjalani penerimaan diri -self acceptance?

1. Akibat menyangkal self acceptance secara mental, emosi dan kesehatan

Kurangnya penerimaan diri mengakibatkan perasaan tidak mampu, tidak berguna. Dan sewaktu Anda memaksa diri agar seperti orang lain, Anda hidup dalam kebohongan, yang sejatinya bukan milik Anda. Anda mengabaikan suara hati untuk menjadi apa adanya Anda. Semua ini membuat Anda tidak bahagia dan Anda kehilangan pupuk kehidupan. Anda tidak percaya pada diri sendiri, hal ini akan membentuk kepribadian yang ragu-ragu yang pada gilirannya akan menghambat kemajuan.

BACA JUGA:

2. Kenali dan maafkan

Selidikilah diri Anda, temukan kemampuan, kelemahan, apa yang Anda suka dan tidak sukai yang Anda miliki. Jika Anda menemukan kesalahan karena kekurangan yang Anda, maafkan diri Anda. Sadari bahwa setiap orang memiliki kelemahan dan kemampuan yang berbeda-beda. Berhentilah membanding-bandingkan. Bisa jadi Anda memiliki kemampuan yang diimpi-impikan orang lain.

3. Membangun kekuatan dari yang Anda miliki

Berkeluh kesah karena ketidakmampuan Anda hanya akan membuat frustasi. Setelah Anda menemukan apa yang Anda bisa lakukan dan senangi, bangunlah kekuatan itu. Pupuklah rasa syukur atas apa yang sudah Anda miliki dan capai. Teruskan mengasah ketrampilan tersebut sehingga Anda bangga mengatakannya kepada orang lain.

4. Penerimaan diri bukanlah pasrah

Ada anggapan yang salah bahwa penerimaan diri identik dengan sikap pasrah. Penerimaan diri justru mendorong perubahan sikap, pikiran dan perilaku menjadi yang unggul. Karena Anda tidak lagi hidup dalam bayang-bayang orang lain, Anda menemukan kepuasan dan kedamaian dan tidak lagi mencari-cari kesalahan diri sendiri.

5. Mengevaluasi penerimaan diri

Sudah tentu sebagai manusia Anda tidak selalu dalam kondisi prima. Ada kalanya timbul keinginan menjadi seperti orang lain yang Anda anggap berhasil dan mencapai apa yang tidak Anda capai dan mulai menghukum diri sendiri. Sewaktu perasaan itu datang, evaluasi diri Anda dengan beberapa pertanyaan ini.

  • Di mana saya paling kritis terhadap diri saya sendiri?
  • Bagaimana perasaan saya?
  • Apakah itu pernah membantu saya naik atau apakah itu hanya membuat saya tetap terjatuh?
  • Dengan cara apa saya menjadi tidak mencintai diri sendiri?
  • Perilaku alternatif apa yang bisa saya pilih untuk menunjukkan bahwa saya benar-benar mencintai diri sendiri?
  • Apa yang saya lakukan karena saya pikir orang lain ingin saya melakukannya, bukan karena saya pikir itu hal yang benar untuk saya lakukan?

Dengan menemukan jawaban yang jujur atas pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda dapat membuat pilihan yang tepat untuk bersikap positif dan membangkitkan semangat untuk menjadi diri sendiri yang unggul dan meraih prestasi tanpa perlu membandingkan apa yang telah dicapai orang lain.