GoldenLovers, Pada hari Senin (15/5/2018) WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengumumkan rencana untuk memusnahkan lemak trans di seluruh dunia pada tahun 2023.

Rencana bertajuk REPLACE itu bertujuan untuk mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh jenis lemak ganas ini. REPLACE adalah kependekan dari review dietary sources, promote use of healthier fats, legislate, assess changes, create awareness and enforce.

WHO memperkirakan, lebih dari 500 ribu orang per tahun meninggal akibat penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh asupan lemak trans dalam makanan olahan dan beberapa makanan yang dipanggang.

Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan WHO mengimbau pemerintah di seluruh dunia untuk memusnahkan lemak trans pada 2023. Sementara REPLACE sifatnya bukan mandat, WHO berharap pemerintah bergegas menghilangkan lemak ini.

Apa efek lemak trans pada tubuh orang yang rutin mengonsumsinya?

Lemak tak jenuh yang digunakan dalam makanan cepat saji, makanan ringan, makanan yang dipanggang, dan margarin, telah berulang kali ditemukan berkaitan dengan penyakit jantung.

The Washington Post menulis, lemak trans benar-benar menyumbat arteri. Konsumsi lemak trans juga ditemukan berhubungan dengan penyakit Alzheimer, diabetes, depresi, dan beberapa masalah lain seperti infertilitas dan kanker.

Sebelum WHO menentukan sikap, FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat telah lebih dulu menyatakan perang terhadap lemak trans. Mereka menyatakan, semua bukti menunjukkan lemak trans sangat buruk untuk kesehatan, sehingga tidak boleh dikonsumsi secara teratur.

WHO optimistis perang melawan lemak trans bisa dimenangi dalam lima tahun. Sebab, saat ini banyak negara sudah mulai menerapkan kebijakan yang sama dan berhasil.

Denmark melakukannya 15 tahun lalu, dan sejak saat itu Amerika Serikat serta lebih dari 40 negara berpenghasilan tinggi lainnya telah berupaya menghilangkan aditif penyumbat jantung ini dari asupan mereka.

Kini kata Dr. Francesco Branca, direktur Departemen Gizi WHO untuk Kesehatan dan Pembangunan, WHO mendorong negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah untuk ikut memerangi lemak trans.

WHO merekomendasikan setiap orang mengonsumsi tidak lebih dari 1 persen kalori dari lemak trans. "Lemak trans adalah senyawa berbahaya yang dapat dihilangkan dengan mudah tanpa biaya besar dan tanpa berdampak pada kualitas makanan," jelas Dr. Branca dinukil TIME Health.

BACA JUGA:

Ibarat roda berputar, seperti ditulis LA Times, lemak trans dulu populer dan jadi alternatif setelah lemak jenuh ditemukan berdampak negatif bagi kesehatan.

Lemak trans alias partially hydrogenated oil (PHO) dulu sempat dianggap sebagai penyelamat, terutama di AS. Pada masa Depresi Besar, mentega digantikan margarin yang merupakan lemak trans, karena alasan gizi dan keuangan.

Selanjutnya, produsen makanan mulai memasukkan PHO ke dalam produk mereka. Mereka menggunakannya karena PHO murah, mudah digunakan, memiliki umur simpan yang lama, dan membuat rasa makanan lebih baik.

PHO adalah jenis lemak trans yang paling umum digunakan dalam makanan olahan seperti kue, keripik, frosting kalengan, krimer kopi, dan makanan yang digoreng seperti kentang dan donat.

Namun, seiring waktu berbagai penelitian menemukan korelasi antara lemak trans, kolesterol tinggi, dan risiko gagal jantung. Lemak trans pun mulai dianggap musuh masyarakat sejak tahun 90-an.

Untuk memastikan jatah konsumsi lemak trans tak melebihi rekomendasi ahli kesehatan, bacalah label makanan kemasan dengan saksama. Biasanya lemak trans ada pada makanan yang pada labelnya tercantum kata "hydrogenated" atau "partially hydrogenated".

Namun, kadang membaca label saja tidak cukup. Sebab dalam beberapa makanan olahan seperti minyak sayur dapat mengandung lemak trans tanpa indikasi pada label atau daftar bahan.

Untuk menghindari lemak trans, hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah berhenti mengonsumsi makanan olahan. Pilih mentega, bukan margarin, dan minyak zaitun atau minyak kelapa sebagai pengganti minyak nabati yang berbahaya.

Jika ingin ekstra hati-hati, sebaiknya Anda menyisihkan waktu untuk menyediakan makanan yang dimasak di dapur sendiri, bukan hasil beli di luar.